ketika itu aku berjalan sendiri tanpa ada satupun orang disisiku yang menemani langkahku
ini…
aku merasa hanya kakiku yang mampu menginjak jalanan dunia masalah yang tidak pernah
sekalipun kuhendaki…
aku merasa hanya jasadku yang mampu menembus batasan masalah duniawi yang sedang kualami…
karena saat itu dunia terasa sepi tanpa penghuni…
jalananpun seakan penuh dengan duri…
hatiku teriak kencang sekali…
tapi hanya aku yang mendengar kerasnya teriakan hati…
pernah ku mencoba untuk mengakhiri cerita hidup ini…
tapi bingung mencari cara supaya detak jantung ini berhenti…
mungkin itu masuk kategori mati…
dan jika dilakukan sendiri namanya bunuh diri…
aku tidak ingin mengotori lembaran kisah cerita hidupku dengan bercak noda darah busuk
akibat bunuh diri…
aku ingin cerita ini diakhiri sesuai dengan takdir pengarang cerita langkah perjalananku
nanti…
sungguh dangkal pemikiran insan yang kalah dengan pukulan cambuk dunia kemudian karena tak
tahan dengan rasa sakit akibat luka cambuk tersebut akhirnya memilih jalan memaksakan
pemisahan antara ruh dan jasad melalui bunuh diri…
Hari berganti hari…
akhirnya kutemukan kekasih setia disisi…
obat pelipur lara penghilang luka dihati…
dia datang tuk menemani langkah kakiku ini…
semoga bahagia dan harapan bukan sekedar mimpi…
ku ingin hidup bahagia bersamanya sampai berhenti detak jantungku ini…
TO BE CONTINUED





